PT Pertamina International Shipping (PIS) memperkuat komitmennya terhadap kelestarian laut lewat kegiatan restorasi terumbu karang dan program edukasi maritim bagi anak-anak pesisir. Kegiatan tersebut digelar di Desa Pejarakan, Bali Barat, pada 24–25 Juli 2026 sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Dalam kegiatan ini, PIS berkolaborasi dengan Divers Clean Action (DCA) dan Satgas Lingkungan Desa Pejarakan. Selain melakukan restorasi terumbu karang, perusahaan juga menyelenggarakan program Ocean LiteraSEA yang ditujukan untuk membangun pengetahuan maritim generasi muda di wilayah pesisir.
Aksi restorasi dan transplantasi
Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah transplantasi 100 fragmen terumbu karang. Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya restorasi ekosistem bawah laut yang dijalankan dalam kerangka TJSL PIS. Transplantasi fragmen diarahkan untuk memperkuat kondisi terumbu karang di lokasi yang menjadi fokus kegiatan.
Keterlibatan Divers Clean Action (DCA) dan Satgas Lingkungan Desa Pejarakan menunjukkan pendekatan terpadu korporasi, organisasi lingkungan, dan komunitas lokal. Kolaborasi ini difokuskan pada pelaksanaan teknis transplantasi sekaligus pemantauan kondisi lingkungan terkait usaha restorasi.
Ocean LiteraSEA: edukasi untuk anak pesisir
Selain aktivitas restorasi, PIS menggelar Ocean LiteraSEA—program edukasi maritim yang menyasar anak-anak pesisir. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai lingkungan laut dan pentingnya menjaga sumber daya bahari.
Pelaksanaan Ocean LiteraSEA di Desa Pejarakan menjadi bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk menanamkan kesadaran kelestarian laut sejak dini. Kegiatan edukasi berjalan beriringan dengan aktivitas lapangan, sehingga peserta dapat melihat langsung praktik konservasi yang dilakukan di wilayahnya.
Kolaborasi dan peran komunitas
Peran Satgas Lingkungan Desa Pejarakan menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat setempat dalam upaya konservasi. Kolaborasi ini tidak hanya membantu pelaksanaan teknis, tetapi juga bertujuan membangun kapasitas lokal untuk menjaga hasil restorasi dalam jangka panjang.
PIS memposisikan kegiatan TJSL sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan dan komunitas pesisir. Melalui program yang menggabungkan aksi lapangan dan edukasi, perusahaan berharap kontribusinya dapat memperkuat upaya pelestarian ekosistem laut di tingkat lokal.
Kegiatan yang berlangsung pada 24–25 Juli 2026 di Desa Pejarakan, Bali Barat, menjadi contoh pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan yang melibatkan berbagai pihak. Dengan langkah restorasi dan edukasi, inisiatif ini diarahkan untuk memberi dampak yang berkelanjutan bagi lingkungan laut dan generasi bahari di masa depan.
