Iaintulungagung.ac.id – KKN Untag memfokuskan kegiatan mereka pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya yang di laksanakan di Kecamatan Trawas dan Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, telah membuahkan hasil yang mengesankan dengan menghasilkan 225 kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan-kegiatan ini berfokus pada tiga elemen penting: akses ekonomi, kesehatan, dan teknologi desa. Inisiatif ini mencerminkan komitmen Untag Surabaya dalam berkontribusi terhadap pengembangan masyarakat desa secara berkelanjutan, yang tentu saja sejalan dengan misi pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi.
Pusat Pemberdayaan: Ekonomi dan Teknologi
Salah satu fokus utama program KKN ini adalah peningkatan akses ekonomi di desa-desa Trawas dan Pacet. Mahasiswa terlibat dalam berbagai program yang di rancang untuk memperkuat perekonomian lokal. Melalui pelatihan kewirausahaan, workshop pembuatan produk unggulan, dan optimalisasi sumber daya lokal. Pendekatan pemberdayaan ekonomi ini di rancang agar masyarakat dapat secara mandiri meningkatkan taraf hidup mereka dengan memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang telah di dapatkan selama program berlangsung.
Dari segi teknologi, kegiatan yang di adakan berusaha mengurangi kesenjangan digital antara desa dan kota. Mahasiswa membantu memperkenalkan teknologi informasi dasar yang penting bagi masyarakat desa dalam mengakses informasi dan memasarkan produk secara lebih luas. Pendampingan dalam menggunakan perangkat lunak dan alat digital menjadi agenda rutin dalam penerapan teknologi desa. Ini adalah langkah penting mengingat modernisasi desa menjadi salah satu faktor penentu dalam pembangunan berkelanjutan.
Meningkatkan Kesehatan Desa
Pada aspek kesehatan, KKN Untag memfokuskan kegiatan mereka pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat dan penerapan standar kesehatan yang baik. Program-program kesehatan yang di lakukan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, sosialisasi pola makan bergizi, serta pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif kesehatan. Para mahasiswa turut menyelenggarakan posyandu yang bertujuan memantau kesehatan ibu dan anak. Sekaligus memberikan edukasi kesehatan reproduksi yang masih sering menjadi tabu untuk dibicarakan di berbagai kalangan masyarakat.
Dampak Jangka Panjang
Keberhasilan dari program KKN ini tidak hanya di ukur dari banyaknya kegiatan yang di laksanakan. Tetapi lebih jauh dari itu, seberapa jauh masyarakat dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah mereka dapatkan. Berdasarkan evaluasi awal yang di lakukan oleh tim Untag, antusiasme masyarakat dalam mengikuti program sangat tinggi, menunjukkan penerimaan yang baik terhadap inisiatif ini. Harapannya, efek jangka panjang dari kegiatan ini akan terlihat dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat desa serta peningkatan ekonomi lokal.
Selain itu, partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan KKN ini memberikan mereka pengalaman praktik langsung di lapangan. Yang juga sering kali tidak bisa didapatkan hanya melalui pembelajaran di dalam kelas saja. Interaksi dengan masyarakat setempat dan pemahaman terhadap dinamika sosial di desa menambah bacaan mereka tentang isu-isu aktual dalam masyarakat.
Analisis dan Refleksi
Pengabdian KKN ini menjadi contoh konkret dari sinergi antara akademisi dan masyarakat. Sinergi ini penting untuk memastikan bahwa pengembangan masyarakat tidak berlangsung satu arah, melainkan terjadi proses timbal balik yang saling menguntungkan. Dalam konteks pendidikan tinggi, pendekatan pengabdian seperti ini membentuk karakter mahasiswa yang lebih peduli dan terlibat aktif dalam penyelesaian masalah di lingkungan sekitarnya.
Dengan pencapaian 225 kegiatan ini, Untag Surabaya menunjukkan eksistensi nyata dari peran perguruan tinggi sebagai mitra penting dalam pembangunan masyarakat. Pelaksanaan KKN di Kecamatan Trawas dan Pacet dapat menjadi inspirasi bagi program serupa di daerah lain, guna memanfaatkan potensi lokal secara optimal dan memberdayakan masyarakat desa secara berkelanjutan.
