Iaintulungagung.ac.id – Berdasarkan analisis terhadap kegiatan VALSKRIE 2025, jelas bahwa peran generasi muda sangat crucial dalam pelestarian budaya.
Dalam upaya mengangkat dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie menggelar Festival Seni Budaya Bakrie, VALSKRIE 2025 dengan tema ‘Gebyar Dolan, Mari Tong Lestarikan!’ di Kampus Plaza Festival. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan seni dan budaya, tetapi juga mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk mengenal dan menghargai permainan tradisional yang telah menjadi bagian dari warisan leluhur.
BACA JUGA : Digitalisasi RSUD dr. Iskak: Solusi Efisiensi Layanan Kesehatan
Kesadaran Budaya di Era Digital
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dominasi media sosial, generasi muda seringkali teralienasi dari budaya lokal mereka. Dalam konteks ini, VALSKRIE 2025 berperan penting untuk mengedukasi Gen Z tentang nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional. Permainan ini bukan hanya hiburan semata, tetapi juga sarat makna yang mengajarkan kerjasama, strategi, dan kesenangan interaksi sosial yang sejati.
Festival Sebagai Sarana Pembelajaran
Festival ini menampilkan berbagai jenis permainan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari egrang, congklak, hingga petak umpet. Setiap permainan di sertai dengan penjelasan mengenai asal-usul, cara bermain, serta nilai-nilai yang terkandung dalamnya. Melalui kegiatan ini, peserta di harapkan tidak hanya menikmati, tetapi juga memahami pentingnya menjaga tradisi yang hampir punah.
Daya Tarik Permainan Tradisional
Salah satu daya tarik dari permainan tradisional adalah keunikan dan keberagaman yang di milikinya. Melalui VALSKRIE 2025, mahasiswa dan pengunjung di ajak untuk merasakannya secara langsung. Dalam satu kesempatan, mereka bisa mencoba berbagai permainan, berinteraksi dengan teman sebaya, dan merasakan nostalgia masa kecil yang mungkin sudah lama di lupakan. Ini merupakan langkah konkret untuk menghidupkan kembali minat terhadap permainan tradisional.
Menciptakan Komunitas Peduli Budaya
Kegiatan ini juga di desain untuk membangun komunitas yang peduli terhadap pelestarian budaya. Dengan mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk terlibat, universitas berupaya menciptakan kolaborasi antara generasi tua yang menyimpan pengetahuan tentang permainan tradisional dengan generasi muda yang memiliki semangat dan keinginan untuk belajar. Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa warisan budaya tidak kehilangan tempat di hati masyarakat.
Peran Media Sosial dalam Pelestarian Budaya
Di dunia yang semakin terhubung, media sosial bisa menjadi alat yang ampuh untuk menyebarluaskan informasi dan meningkatkan kesadaran tentang kekayaan budaya. VALSKRIE 2025 memanfaatkan platform ini untuk mengajak lebih banyak orang terlibat. Melalui kampanye digital, pengunjung di undang untuk membagikan pengalaman mereka saat bermain permainan tradisional. Dengan demikian, di harapkan permainan ini bisa menjangkau audiens yang lebih luas dan menjadi trend di kalangan anak muda.
Kesimpulan: Memastikan Warisan Budaya Hidup
Berdasarkan analisis terhadap kegiatan VALSKRIE 2025, jelas bahwa peran generasi muda sangat crucial dalam pelestarian budaya. Festival ini bukan sekadar ajang rekreasi, tetapi juga wadah untuk memperkuat identitas dan rasa memiliki terhadap tradisi. Dengan dukungan penuh dari institusi pendidikan, diharapkan gerakan ini tidak hanya berhenti di satu festival, tetapi menjadi awal dari banyak inisiatif lain yang menghargai dan melestarikan warisan budaya Indonesia. Hanya dengan cara ini, kita dapat memastikan bahwa permainan tradisional tidak hanya dikenang, tetapi juga terus hidup dan berkembang di era modern ini.
