Korean drama atau drakor telah lama menjadi bagian dari budaya populer di seluruh dunia. Belakangan ini, banyak drakor bertema retro yang mengambil latar belakang tahun 80-an dan 90-an, menghadirkan nuansa nostalgia yang mampu menyentuh hati penontonnya. Berbagai elemen kehidupan di masa itu, mulai dari cara berkomunikasi hingga musik yang mendominasi, dihadirkan kembali dengan sentuhan khas yang membuat para penggemar merindukan masa-masa indah tersebut. Artikel ini akan membahas enam drakor bertema retro yang patut masuk dalam daftar tonton Anda.
Kekayaan Cerita dan Setting Menarik
Di tengah perkembangan pesat dunia drama Korea, tema retro menawarkan perspektif baru bagi penonton. Drakor yang mengusung tema ini tidak hanya menyuguhkan cerita yang menggugah kenangan lama tetapi juga mendalami aspek kehidupan sosial dan budaya pada zaman tersebut. Bold storytelling dan pengekspresian emosi yang kuat membuat penonton seolah diajak kembali ke masa lalu, merasakan kesederhanaan dan keindahan yang mungkin hilang di era modern.
1. Reply 1988: Cerita Persahabatan dan Keberanian
“Reply 1988” adalah salah satu drakor yang paling dikenal dalam kategori ini. Mengisahkan tentang lima sahabat yang tumbuh bersama di sebuah lingkungan perumahan di tahun 1988, drama ini tidak hanya menampilkan hubungan antar karakter, tetapi juga mengeksplorasi isu-isu tentang keluarga dan cinta. Setiap momen dalam drama ini membawa penonton pada perjalanan emosional yang menghadirkan tawa dan air mata, menciptakan keintiman yang langka di dunia saat ini.
2. Prison Playbook: Humor Gelap dan Persahabatan Abadi
3. Start-Up: Cita-Cita dan Cinta di Era Digital Awal
Walaupun tidak sepenuhnya berada di era retro, “Start-Up” mengambil inspirasi dari masa-masa awal pengembangan teknologi. Dengan latar tahun 2000-an, drama ini menggambarkan perjalanan sekelompok pemuda yang berusaha mewujudkan impian mereka di dunia bisnis yang kompetitif. Menggabungkan elemen kreatif dengan romansa yang hangat, “Start-Up” menawarkan perspektif segar yang menyentuh, seakan mengingatkan kita akan pentingnya mimpi dan dedikasi.
4. 100 Days My Prince: Romansa yang Tak Terlupakan
“100 Days My Prince” menyajikan tema romansa yang klasik melalui kisah seorang pangeran yang hilang ingatan. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan seorang wanita biasa yang membuatnya menemukan makna sebenarnya dari cinta. Drama ini tidak hanya berhasil menghadirkan tawa dan momen haru tetapi juga penuh dengan pesan moral. Seni dan budaya visual dari era tersebut mendukung jalan cerita yang menghanyutkan.
5. My Roommate is a Gumiho: Sentuhan Fantasi di Era Retro
Sebagai kombinasi antara fantastis dan romansa, “My Roommate is a Gumiho” mengambil latar belakang kehidupan sehari-hari yang dibumbui dengan elemen-elemen mitos dari budaya Korea. Meskipun tidak sepenuhnya berada di era retro, pemanfaatan estetika yang klasik dan karakter berbasis tradisi membuat drakor ini menjadi unik. Lewat kisah cinta antara manusia dan makhluk mitologi, penonton akan disuguhkan dengan perjalanan yang lucu dan menegangkan.
6. When the Camellia Blooms: Kisah Cinta Sederhana dan Realistis
Terakhir, “When the Camellia Blooms” mengisahkan tentang kehidupan seorang wanita yang berjuang untuk meraih kebahagiaan di tengah situasi sulit. Menggambarkan perasaan dan dilema yang mungkin dialami banyak orang, drama ini membawa penonton pada refleksi mendalam tentang cinta, pengorbanan, dan keberanian. Keunikan dari drakor ini terletak pada cara penyajiannya yang menggabungkan realita dengan elemen humor dan kehangatan, menciptakan atmosfer yang nyaman.
Kesimpulannya, drakor bertema retro memberikan angin segar di tengah banyaknya pilihan drama modern. Dengan menghadirkan kisah-kisah yang kuat dan emosional, drakor ini bukan hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menggugah rasa nostalgia di hati para penontonnya. Setiap drama memiliki cara tersendiri dalam mengeksplorasi tema-tema universal seperti cinta, persahabatan, dan perjuangan, sehingga membuatnya relevan di berbagai kalangan. Menghabiskan waktu untuk menonton drakor bertema retro tidak hanya akan membawa kembali momen indah, tetapi juga memberikan pelajaran berharga yang dapat diambil untuk kehidupan sehari-hari.
