Pengelolaan KBS kembali menjadi sorotan setelah pakar dari UK Petra menekankan bahwa peningkatan jumlah pengunjung bukan jaminan keberhasilan destinasi. Tantangan utama, kata pakar, adalah bagaimana setiap kunjungan mampu menghadirkan pengalaman berbeda dan meninggalkan kesan edukatif bagi pengunjung.

Dalam konteks tren wisata berbasis pengalaman, pakar tersebut mengusulkan pengembangan experiential tourism dan skema membership edukasi sebagai cara untuk mentransformasi Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi destinasi edukasi modern yang tidak hanya mengandalkan volume pengunjung semata.
Mengapa jumlah pengunjung tidak selalu cukup
Fokus pada angka kunjungan sering kali melupakan kualitas pengalaman. Menurut penilaian pakar, destinasi yang hanya mengejar jumlah pengunjung berisiko kehilangan tujuan utama yaitu pendidikan dan konservasi. Kunjungan yang serupa dari hari ke hari cenderung tidak mendorong kunjungan ulang, tidak meningkatkan pemahaman publik tentang satwa, dan kurang mendukung peran institusi sebagai pusat edukasi.
Dengan demikian, pengelolaan yang efektif perlu menggeser perhatian dari kuantitas ke kualitas layanan dan program. Upaya itu mencakup merancang aktivitas yang mampu melibatkan pengunjung secara emosional dan intelektual sehingga kunjungan menjadi pengalaman bermakna.
Konsep experiential tourism dan membership edukasi
Experiential tourism menekankan keterlibatan langsung pengunjung melalui kegiatan yang bersifat interaktif dan mendalam. Dalam kerangka ini, kebun binatang dapat menawarkan pengalaman yang memungkinkan pengunjung belajar lewat praktik, misalnya sesi pengamatan terarah, kegiatan memberi makan di bawah pengawasan pawang, atau program interaksi edukatif yang terstruktur.
Sementara itu, membership edukasi dimaksudkan sebagai skema keanggotaan yang memberikan akses berkelanjutan serta program belajar berkala untuk keluarga, sekolah, dan komunitas. Keanggotaan semacam ini tidak hanya menciptakan hubungan jangka panjang institusi dan publik, tetapi juga membuka peluang pendanaan yang lebih stabil melalui iuran, donasi bertarget, atau akses ke acara eksklusif.
Potensi transformasi untuk Kebun Binatang Surabaya
Pakar menilai KBS memiliki peluang besar untuk mengadopsi pendekatan tersebut. Dengan menyusun program experiential tourism yang terukur dan membership edukasi yang menarik, kebun binatang dapat memperkuat peran edukatifnya sekaligus menumbuhkan basis pengunjung yang loyal.
Transformasi ini juga dapat memperkaya manfaat sosial dan konservasi: pengunjung yang mendapat pengalaman langsung cenderung memiliki empati lebih terhadap satwa dan isu pelestarian. Selain itu, program edukatif berkala dapat menjadi wahana peningkatan literasi konservasi bagi berbagai kelompok usia.
Langkah implementasi yang disarankan
- Mendesain paket pengalaman yang berbeda tingkatannya, dari kunjungan umum hingga program edukasi mendalam untuk pelajar.
- Mengembangkan skema membership dengan keuntungan edukatif dan akses prioritas ke program tertentu.
- Membangun kerja sama dengan institusi pendidikan untuk menjadikan kebun binatang sebagai laboratorium belajar lapangan.
- Melakukan evaluasi berkala terhadap pengalaman pengunjung untuk menyusun perbaikan berkelanjutan.
- Menerapkan komunikasi yang jelas tentang nilai edukatif dan konservasi agar publik memahami tujuan di balik program baru.
Pakar menekankan bahwa perubahan pengelolaan membutuhkan perencanaan yang matang serta keterlibatan berbagai pihak. Pendekatan berbasis pengalaman dan keanggotaan edukatif dipandang sebagai langkah strategis untuk menggeser fokus dari sekadar menarik pengunjung menjadi membangun dampak jangka panjang pada pendidikan dan pelestarian.
Dengan arah yang tepat, pengelolaan KBS bisa berkembang menjadi model destinasi edukatif modern yang menawarkan kunjungan berkesan sekaligus memperkuat peran konservasi dan pembelajaran bagi masyarakat.
