Iaintulungagung.ac.id – Melalui International Day 2025, UII telah berhasil menciptakan sebuah jembatan budaya yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat.
Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menegaskan komitmennya dalam merayakan keberagaman budaya dunia dengan menyelenggarakan acara International Day 2025. Acara yang di gelar pada Kamis, 4 Desember 2025, di Auditorium Abdul Kahar Mudzakkir ini menjadi momen penting bagi para mahasiswa dan masyarakat umum untuk lebih memahami, menghargai, serta merayakan keragaman budaya yang ada di seluruh dunia. Melalui inisiatif ini, UII ingin memperkuat rasa saling pengertian antarbudaya di tengah globalisasi yang semakin pesat.
BACA JUGA : Tiga Tahun Kejayaan ASTON Mojokerto: Kegiatan yang Berarti
Refleksi Budaya Melalui International Day
International Day merupakan acara tahunan yang di selenggarakan oleh Culture and Learning Center (CLC) UII. Tujuan dari acara ini adalah untuk menjadi wadah bagi berbagai komunitas internasional yang ada di kampus untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya mereka masing-masing. Pada tahun ini, tema yang di angkat adalah “Melangkah Bersama dalam Keberagaman”. Tema ini di pilih sebagai simbol semangat kolaborasi dan integrasi antara berbagai golongan masyarakat yang ada di kampus.
Partisipasi Mahasiswa Internasional
Salah satu daya tarik utama dari International Day 2025 adalah partisipasi aktif mahasiswa internasional yang belajar di UII. Mahasiswa dari berbagai negara akan hadir untuk mempersembahkan seni dan tradisi mereka, dari tarian, musik, hingga kuliner khas. Hal ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa lokal untuk mengenal dan belajar tentang budaya lain secara langsung, sekaligus membangun jembatan antarbudaya. Partisipasi pelajar asing ini memperkuat rasa solidaritas dan saling menghargai di antara mereka yang berasal dari latar belakang yang berbeda.
Pemaparan Kegiatan dan Workshop
Selain pameran budaya, International Day 2025 juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti seminar dan workshop yang menggali lebih dalam aspek keanekaragaman budaya dan tantangan yang di hadapi dalam dunia modern. Seminar ini di isi oleh sejumlah pakar dan praktisi yang berpengalaman dalam bidang budaya dan pendidikan. Mereka berbagi pengetahuan tentang pentingnya menjaga dan melestarikan budaya di tengah arus globalisasi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga membuka diskusi kritis tentang isu-isu yang relevan dengan konteks multikultural saat ini.
Mewujudkan Interaksi yang Berharga
Satu hal yang patut di catat adalah interaksi antar peserta selama acara berlangsung. Kehangatan dan keramahan dari semua peserta menciptakan suasana yang kondusif untuk bertukar informasi dan pengalaman. Di era digital saat ini, di mana banyak komunikasi di lakukan melalui media sosial, momen seperti ini menjadi sangat penting untuk mendali interaksi pada tataran lebih personal. Melalui diskusi langsung, peserta dapat saling bertukar pandangan dan menciptakan hubungan yang dapat bertahan selamanya.
Peran UII dalam Konservasi Budaya
Universitas Islam Indonesia tidak hanya sekadar pendidikan tinggi, tetapi juga memiliki peran penting dalam konservasi dan promosi budaya. Dengan mengadakan acara seperti International Day, UII ikut serta dalam merawat serta memberikan ruang bagi keberagaman budaya yang ada di Indonesia dan dunia. Hal ini sesuai dengan visi UII yang ingin menjadi universitas terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya yang berakar pada nilai-nilai Islam. Dengan demikian, acara ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat berkontribusi nyata dalam pelestarian budaya global.
Kesimpulan: Merayakan Keberagaman dengan Tindak Lanjut
Melalui International Day 2025, UII telah berhasil menciptakan sebuah jembatan budaya yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Meskipun acara ini hanya berlangsung selama sehari, harapan bahwa kolaborasi dan interaksi yang terjalin dapat membuahkan hasil yang lebih besar di masa depan tetap ada. Dengan keberagaman menjadi kekuatan, membangun dunia yang lebih harmonis dan toleran melalui acara ini adalah langkah yang patut diapresiasi. Era globalisasi yang penuh tantangan ini memerlukan pendekatan yang lebih inklusif untuk memastikan bahwa suara setiap budaya didengar dan dihargai.
