Skip to content
logo_iain_tulung_agung

IAIN Tulung Agung

Edukasi Membangun Bangsa

  • Home
  • Edupedia
  • Pendidikan
  • Universitas
  • Beasiswa
  • Edutainment
  • Infografis
  • Contact
  • Toggle search form
BLUNARY 2.0 UBL: Lestarikan Kuliner Tradisional Indonesia

BLUNARY 2.0 UBL: Lestarikan Kuliner Tradisional Indonesia

Posted on November 7, 2025 By Carl Wilson

Halo Sobat Budi Luhur dan Pecinta Kuliner! Universitas Budi Luhur (UBL) kembali sukses menggelar acara tahunan yang super seru dan penuh makna, yaitu BLUNARY 2.0 (Budi Luhur Culinary). Ajang ini jadi wadah istimewa bagi siswa, guru, dan masyarakat umum untuk lebih dekat mengenal kekayaan kuliner tradisional Indonesia kita yang luar biasa. Siapa bilang belajar itu harus kaku? Di BLUNARY 2.0, semua jadi edukatif sekaligus menghibur!

Mengapa BLUNARY 2.0 Penting untuk Budaya Kuliner Kita?

Kita semua tahu, Indonesia itu surganya rasa. Tapi, apakah kita sudah cukup mengenal dan menjaga warisan kuliner kita? Nah, itulah semangat utama BLUNARY 2.0! Acara ini ingin mengajak kita untuk melestarikan kuliner tradisional Indonesia, bukan hanya dari sisi rasa, tapi juga filosofi di baliknya. Keren, kan?

Event spesial ini semakin meriah dengan kehadiran narasumber hebat seperti Iben Yuzenho (Founder Sebumi) dan Chef Muto. Mereka berbagi ilmu dalam seminar gastronomi yang inspiratif, serta menjadi juri dalam berbagai kompetisi memasak yang bikin deg-degan. Ini bukan sekadar lomba, tapi panggung kreativitas untuk menumbuhkan apresiasi kita terhadap budaya kuliner bangsa.

Ada Apa Saja di Keseruan BLUNARY 2.0 UBL?

BLUNARY 2.0 Universitas Budi Luhur bukan cuma seminar, lho! Banyak aktivitas menarik yang sayang dilewatkan. Penasaran apa saja keseruannya? Yuk, intip daftar di bawah ini:

  • Lomba Memasak Soto Nusantara: Para siswa SMA/SMK unjuk gigi menciptakan soto terenak dari berbagai daerah. Wah, kebayang dong aromanya yang menggoda?
  • Lomba Memasak Bahan Dasar Tempe: Kategori guru SMA/SMK juga tak mau kalah! Mereka berkreasi dengan tempe, bahan makanan sejuta umat yang kaya gizi.
  • Lomba Tari Jaipong: Selain kuliner, budaya tari juga tak ketinggalan. Lomba tari Jaipong menambah semarak acara dengan gerakan yang energik dan memukau.

Selain kompetisi, pengunjung juga bisa menikmati berbagai booth pariwisata yang informatif. Tentunya, tidak lupa ada aneka jajanan unik dan menarik yang siap memanjakan lidah. Suasana jadi makin ramai dan penuh tawa!

Gastronomi: Lebih dari Sekadar Makan

Menurut Ibu Debi Rusmiati, dosen program studi pariwisata UBL, ada makna yang lebih dalam di balik semua ini. “Motivasi utama acara ini adalah untuk memperkenalkan bahwa gastronomi bukan sekadar soal makan,” jelasnya.

Ia menambahkan, gastronomi mencakup banyak hal, seperti:

  1. Cara memasak dan mengolah makanan
  2. Etika makan yang baik
  3. Pengetahuan gizi yang seimbang
  4. Pemilihan bahan baku yang berkualitas

Semua elemen ini, kata Ibu Debi, harus tetap berakar pada tradisi kuliner Indonesia yang kaya. “Karena Indonesia adalah surga gastronomi,” pungkasnya dengan bangga.

Chef Muto Ikut Bikin Bingung, Kenapa Ya?

Salah satu juri kehormatan Lomba Memasak Soto Nusantara, Chef Muto, juga ikut terkesan dengan talenta peserta. “Untuk juri kali ini sungguh luar biasa,” ujarnya.

Beliau mengaku sampai bingung menentukan pemenang karena semua masakan soto yang disajikan—mulai dari Soto Lamongan, Soto Betawi, Soto Medan, sampai Soto Cirebon—semuanya “enak-enak banget!” Wah, bisa dibayangkan ya, betapa sengitnya persaingan di BLUNARY 2.0 Universitas Budi Luhur ini!

BLUNARY 2.0: Komitmen UBL untuk Generasi Muda

Dengan perpaduan edukasi, budaya, dan hiburan, BLUNARY 2.0 adalah bukti nyata komitmen Universitas Budi Luhur. UBL ingin terus melestarikan nilai-nilai lokal dan membangun kreativitas generasi muda di bidang gastronomi.

Acara seperti ini penting untuk mengenalkan dan menumbuhkan rasa cinta generasi muda pada kegiatan mahasiswa UBL yang positif dan budaya warisan bangsa. Semoga di tahun-tahun mendatang, BLUNARY akan terus hadir dengan inovasi yang lebih seru lagi!

Edutainment Tags:Blunary 2.0, Budaya Kuliner, Chef Muto, Gastronomi, Kuliner Tradisional Indonesia, Lomba Masak, Universitas Budi Luhur

Navigasi pos

Previous Post: Pakan Probiotik Lokal Blitar: Hemat Biaya, Untung Maksimal!
Next Post: Denny JA Komisaris PHE: Mengupas Tuntas Profil dan Jejaknya

Kategori

  • Beasiswa
  • Edupedia
  • Edutainment
  • Infografis
  • Outdoors
  • Pendidikan
  • Universitas
Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    

PARTER MEDIA

  • sewamobiljogjalepaskunci
  • clubidenticar-corporate
  • masjidku
  • mediainfo
  • mushroomstoreusa
  • rahmatullah
  • netter
  • kickthegongaround
  • parksidediner
  • jalanjalan
  • virtualteam
  • wartasehat
  • walatrasehatmata
  • majuterus99
  • owntheaddress
  • polres-serkot
  • advent1jkt
  • st-bellarminus
  • syj
  • mercubuanayogya
  • thetransicon
  • innoventure
  • ckstar
  • ceritawan
  • evil-world
  • lip-akko
  • homemadebymiriam
  • followergratis
  • thepicklemiami
  • smart-money
  • tobehonesttheatre
  • sarjana
  • trilogi-university
  • ymarkel
  • asean
  • hey-expert
  • spabaansuerte
  • megaofficial
  • viralizou
  • bombou

Pos-pos Terbaru

  • Dilema Jurnal Ilmiah di Era Digitalisasi Mahasiswa
  • IIMS 2026: Mengupas Keberhasilan Pameran Otomotif Megah
  • Bahaya Ngabuburit di Rel Kereta: Ancaman dan Hukum
  • RI-AS Bangun Dewan Dagang untuk Stabilitas Ekonomi
  • Faktor Pembatal Puasa yang Harus Diwaspadai

Copyright © 2026 IAIN Tulung Agung.

Powered by PressBook WordPress theme