Pemerintah pusat mengimbau seluruh pemerintah daerah meningkatkan kesiagaan menyusul potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring ancaman El Nino. Pesan utama adalah memperkuat kerja sama antardaerah dan menyingkirkan ego sektoral agar respons bisa dilakukan cepat dan terpadu. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah sebagai kunci supaya penanganan karhutla berjalan efektif. Pemerintah meminta agar upaya pencegahan dan penanggulangan tidak terhambat oleh batas administratif atau kepentingan sektoral.
Sinergi antardaerah sebagai fondasi pencegahan
Menurut pemerintah pusat, sinergi antardaerah menjadi faktor penting dalam merespons risiko karhutla yang berpotensi meningkat selama periode siaga El Nino. Dengan koordinasi yang baik antarwilayah, sumber daya seperti tenaga, alat, dan logistik dapat dimobilisasi lebih cepat saat titik api muncul. Penguatan jaringan koordinasi juga dimaksudkan untuk mempercepat pertukaran informasi situasional dan mendukung perencanaan bersama. Mekanisme lintas daerah dinilai mampu memperkecil celah respons yang sering muncul ketika penanganan masih bersifat sektoral dan terfragmentasi.
Hapus ego sektoral, satukan langkah penanggulangan
Pemerintah menyoroti perlunya menghapus ego sektoral yang kerap menghambat tindakan cepat. Tanpa harmonisasi kebijakan dan prosedur antarinstansi, langkah penanggulangan dapat tumpang tindih atau malah terhambat oleh birokrasi. Upaya menyamakan persepsi antarpihak di tingkat daerah diharapkan memudahkan pelaksanaan operasi pemadaman, patroli pencegahan, serta penegakan hukum ketika ditemukan pelanggaran. Selain itu, koordinasi dapat membantu prioritisasi sumber daya pada wilayah yang paling rentan.
Kesiapan penanganan cepat, terpadu, dan efektif
Fokus pemerintah adalah memastikan respons terhadap karhutla berlangsung cepat, terpadu, dan efektif. Tujuan ini mencakup kesiapan teknis maupun administratif, termasuk penyusunan rencana kontinjensi bersama hingga pengaturan alokasi dukungan antarwilayah. Kolaborasi lintas wilayah juga dianggap penting untuk meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan ekonomi lokal. Dengan sinergi yang baik, langkah-langkah mitigasi dan pemulihan dapat dilaksanakan secara lebih terkoordinasi. Pemerintah daerah diminta memainkan peran aktif dalam menyusun strategi antisipatif dan meningkatkan kapasitas penanggulangan di wilayah masing-masing. Pelibatan berbagai pihak, baik aparat pemerintah, pemangku kepentingan lokal, maupun masyarakat, disebut perlu agar upaya pencegahan dapat berjalan menyeluruh. Penguatan koordinasi, penghapusan ego sektoral, dan kesiapan operasional menjadi pesan sentral pemerintah ketika mengingatkan potensi kenaikan karhutla berkaitan dengan siaga El Nino. Pendekatan lintas wilayah diharapkan menghasilkan respons yang lebih cepat dan efektif ketika kebakaran terjadi. Penanganan yang terintegrasi dinilai bukan sekadar respons darurat, melainkan juga investasi dalam tata kelola kebakaran yang lebih baik ke depan, sehingga risiko kebakaran dapat diminimalkan dan dampaknya dikelola dengan lebih baik.
